Disebutkan jika obat diekskresikan melalui ginjal, maka konsentrasinya bekurang. Menurut sumber yang saya baca dengan judul buku: buku ajar farmakokinetik, Eksresi adalah eliminasi terakhir obat. Obat yang kurang larut dalam air sulit dieksresi melalui ginjal bersama urine, sehingga obat tersebut harus dimetabolisme menjadi bentuk polar. Bagaimana contoh obat yang dimetabolisme menjadi bentuk polar?
Disebutkan milda bahwa jika suatu obat diekskresikan maka konsentrasi obat akan berkurang. Menurut buku ajar farmakokinetik, umumnya efek farmakologi obat akan hilang dengan adanya metabolisme. Sedangkan ekskresi adalah upaya tubuh untuk membuang obat dalam bentuk utuh. Jadi sebenarnya, obat yang diekskresi itu apakah akan hilang dalam bentuk utuh atau hanya konsentrasi obat saja yang berkurang?
Disebutkan bahwa jika pada ekskresi berupa urin khasiat obat akan berkurang,apakah ada pengaruh laju pada kesempurnaan penyerapan obat?
BalasHapusBagaimana menghitung waktu paruh suatu obat, sebelum obat itu di ekskresi kan?
BalasHapusApa yang menyebabkan suatu khasiat obat tereliminasi?
BalasHapusDisebutkan jika obat diekskresikan melalui ginjal, maka konsentrasinya bekurang. Menurut sumber yang saya baca dengan judul buku: buku ajar farmakokinetik, Eksresi adalah eliminasi terakhir obat. Obat yang kurang larut dalam air sulit dieksresi melalui ginjal bersama urine, sehingga obat tersebut harus dimetabolisme menjadi bentuk polar. Bagaimana contoh obat yang dimetabolisme menjadi bentuk polar?
BalasHapusDisebutkan milda bahwa jika suatu obat diekskresikan maka konsentrasi obat akan berkurang. Menurut buku ajar farmakokinetik, umumnya efek farmakologi obat akan hilang dengan adanya metabolisme. Sedangkan ekskresi adalah upaya tubuh untuk membuang obat dalam bentuk utuh. Jadi sebenarnya, obat yang diekskresi itu apakah akan hilang dalam bentuk utuh atau hanya konsentrasi obat saja yang berkurang?
BalasHapus